Selasa, 31 Maret 2026

BERBAGI TAKJIL DAN BUKBER BERSAMA DHOMPET DHUAFA

AMPELGADING – Jum'at, 13 Maret 2026, Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terpancar dari keluarga besar SMP Negeri 2 Ampelgading. Bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa, sekolah ini menggelar aksi sosial bertajuk "Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama (Bukber)" yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebahagiaan. 

Bapak. Moch. Ainin, S. Pd, Relawan Dhompet Dhuafa sekaligus guru BK di SMP Negeri 2 Ampelgading beliau menyampaikan " Ramadhan tahun ini memang sedikit beda dengan tahun yang lalu di sekolah ini, karena  kalau pada tahun -tahun yang lalu tidak pernah di gelara acara buka bersama dengan semua siswa dan guru, tapi tahun ini beda berkat kepedulian DMC Dhompet Dhuafa  para siswa antusias  dan sangat senang bisa buka bersamadengan para guru-guru SMP Negeri 2 Ampelgading dan juga buka bersama dengan teman - teman mereka. 

Bapak Ahmad Lukman (KABAG. MDB DMC Dhompet Dhuafa)  juga menyampikan  bahwa kegiatan buka bersama ini adalah bentuk kepedulian DMC Dhompet Dhuafa pada SMP Negeri 2 Ampelgading yang letaknya di pelosok desa dan juga pernah terdampak gempa bumi pada tahun 2021, agar bisa ikut merasakan indahnya bisa merasakan moment buka bersama dengan para guru mereka, dan teman - teman  mereka.  

Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, serta relawan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi,sekaligus mengasah empati para siswa terhadap sesama. Ratusan paket takjil dibagikan kepada warga sekitar dan pengendara yang melintas di depan sekolah, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama dan santap buka puasa di lingkungan sekolah.

Momen Kebersamaan

B. Asiyah, S.Pd, Selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ampelgading Bidang Kesiswaan


menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dompet Dhuafa ini merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kesalehan sosial. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempraktikkan hal tersebut," ujarnya.

Sinergi ini membuktikan bahwa pendidikan dan aksi kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar